Tuesday, 24 May 2016

Kisah Nyata dari Jawa Timur Arti Kekayaan yang Hakiki dari Rumah Berdinding Bambu

Kisah Nyata dari Jawa Timur Arti Kekayaan yang Hakiki dari Rumah Berdinding Bambu
Pak Salim //foto: dokumen WAPR

Rumah kecil berdinding bambu yang bagian bawahnya sudah hancur dan berlantai tanah ini terletak di Dusun Tawing, Desa Sidorejo RT 4 RW 5, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Di dalamnya hanya ada satu amben (tempat tidur) yang terbuat dari kayu. Di ruangan belakang yang digunakan sebagai tempat memasak hanya ada dapur yang terbuat dari tanah liat. Tanpa ada kamar mandi ataupun WC. Yang ada hanya padasan kecil (tempayan yang diberi lubang pancuran) sebagai tempat air wudhu.

Penghuninya adalah seorang lelaki berumur 50 tahun yang bernama Salim atau biasa dipanggil Pak Salim. Ia tinggal seorang diri. Tanpa ada anak dan istri yang menemani. Tidak seperti pola pikir masyarakat zaman modern yang pada umumnya cenderung materialisitis, Pak Salim bisa hidup dengan tenang dan damai meski secara materi kehidupannya sangatlah pas-pasan. Profesi sehari-harinya hanyalah sebagai seorang buruh macul (buruh tani) dengan penghasilan rata-rata tidak lebih dari Rp.500 ribu per bulan. Akan tetapi, Pak Salim bisa menikmati hidupnya, bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya.
Rumah Pak Salim //foto: dokumen WAPR

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/figo/inilah-rumah-orang-kaya-itu_574061b908b0bdda08bf0a6d
Rumah Pak Salim //foto: dokumen WAPR

Bahkan, yang membuat kita terhenyak adalah ketika sebuah komunitas sosial Solidaritas Wajah Pribumi (WAPRI) yang berkantor pusat di Blitar bermaksud memberikan bantuan baik berupa uang ataupun paket sembako sekitar seminggu yang lalu, Pak Salim dengan halus menolaknya. Jawaban yang ia berikan sungguh bijak dan sangat menyentuh hati. "Pada saat kami mendapat satu amanah uang tunai sebesar Rp.1.000.000 (satu juta Rupiah) dari sahabat WAPRI untuk disampaikan kepada Pak salim, beliau menolaknya. Saat itu pada awalnya saya hanya menunjukkan amplopnya, tak menunjukkan nilai nominalnya.

Kemudian amplop itu saya buka dan saya hitung di depan beliau. Beliau tahu uang itu sebesar satu juta, namun beliau tetap menolak. Setelah agak saya paksa akhirnya alhamdulillah diterima. Namun, satu hal yang membuat saya terperanjat ketika beliau menggenggam tangan saya dan menaruh kembali amplop beserta uang itu sambil berkata : 'Uang ini saya terima, tapi tolong sampaikan kepada yang lebih berhak lagi.

Masih banyak di luar sana yang lebih membutuhkan daripada saya'," kata Ahmad Arif Affandi, salah satu aktivis sosial dari WAPRI ketika menceritakan kunjungannya ke rumah Pak Salim kepada penulis. Aktivis sosial WAPRI sudah tiga kali mengunjungi rumah Pak Salim untuk bersilaturahim. Pada kunjungan yang ketiga, Minggu (15/5/2016) yang lalu, Ahmad Arif Affandi dkk membawa paket sembako dan bermaksud memberikannya kepada Pak Salim, namun lagi-lagi, Pak Salim menolaknya.

Kejadian tersebut membuktikan bahwa jiwa seorang Pak Salim adalah jiwa yang sangat mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepada dirinya. Ia begitu menjaga harga dirinya, serta mampu menjalani hari-harinya dengan sabar. Ikhlas atas ketentuan Illahi Robby. Padahal, di zaman sekarang banyak orang yang entah sadar atau tidak, sengaja me-miskin-kan dirinya demi sebuah nafsu dan ambisi. Hilang malu dan nurani.

Sukanya menerima tetapi enggan memberi! Ya, di rumah kecil berdinding bambu dan berlantaikan tanah tersebut hidup seorang Pak Salim yang 'kaya'. Dengan mempertebal iman dan tak banyak keinginan, Pak Salim mampu hidup dengan damai dan nyaman dalam kesederhanaan. Bahkan, nuraninya mampu melihat bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang hidupnya jauh lebih memprihatinkan dari dirinya.

Tulisan ini tidak ada maksud dan tujuan apa-apa selain sebagai sebuah perenungan bahwa ketenteraman hidup tidak semata-mata ditentukan oleh harta dan tahta. Tulisan ini juga ungkapan sebuah fakta betapa sangat kontras dan begitu lebarnya gap kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya di negeri tercinta Indonesia.

Kehidupan Pak Salim yang lugu, polos dan sederhana bertolak belakang dengan moral (sebagian) oknum penguasa yang masih sering bermain-main dengan uang haram yang taruhannya tidak sekedar rompi oranye KPK tetapi juga harga diri di mata masyarakat serta pertanggung jawaban perbuatannya kelak di hadapan Tuhan meski sebenarnya mereka sudah kaya dan berlimpah harta.

Ya, di rumah kecil berdinding bambu dan berlantaikan tanah tersebut hidup seorang Pak Salim yang 'kaya'. Menolak pemberian bukan karena kesombongan tetapi merasa cukup dan bersyukur. Nuraninya mampu melihat bahwa di luar sana masih banyak saudara-saudara kita yang lebih memerlukan uluran tangan.

Figo Kurniawan /figo Lahir di Malang 21 Juni.. sejak 1997 menjadi warga Kediri, sejak 2006 menjadi TKI di Malaysia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/figo/inilah-rumah-orang-kaya-itu_574061b908b0bdda08bf0a6d
Figo Kurniawan /figo Lahir di Malang 21 Juni.. sejak 1997 menjadi warga Kediri, sejak 2006 menjadi TKI di Malaysia.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/figo/inilah-rumah-orang-kaya-itu_574061b908b0bdda08bf0a6d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/figo/inilah-rumah-orang-kaya-itu_574061b908b0bdda08bf0a6d

Warga Sipil Dilarang Keras Memakai Baju Turn Back Crime

Warga Sipil Dilarang Keras Memakai Baju Turn Back Crime
Bagi warga sipil yang sering mengenakan baju Turn Back Crime biar kelihatan gaul, siap-siap saja untuk menyimpan dengan rapi baju kesayangan anda tersebut dalam lemari.

Menurut berita,Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Badrodin Haiti, mengeluarkan surat larangan terhadap masyarakat atau sipil menggunakan atribut berkenaan dengan Turn Back Crime.

Hal ini dilakukan untuk menyikapi begitu banyaknya pelaku tindakan kejahatan yang menggunakan baju ini, ketika melancarkan aksinya sehingga secara tidak langsung mencoreng nama institusi POLRI.

Banyaknya tindak kejahatan bermodalkan kaos Turn Back Crime menjadi perhatian khusus Kapolri, dan mengeluarkan surat edaran khusus larangan penggunaan kaos tersebut.

Kepada warga Sipil yang terdapat menggunakan kaos bertuliskan Turn Back Crime, siap-siap saja bakal dikenai hukuman tiga bulan kurungan penjara.

Namun belum disebutkan bagaiman pelaksanaan penertiban atribut Turn Back Crime tersebut, apakah dalam bentuk operasi/ Razia atau tangkap di tempat bagi warga sipil yang kedapatan menggunakan atribut tersebut.

Selain itu terlebih dahulu harus disosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat, karena tidak semua orang yang menggunakan baju Turn Back Crime bertujuan melakukan tindak kejahatan.

Beberapa teman saya mengaku bahwa menggunakan kaos Turn Bike Crime hanya untuk kelihatan keren, sebagian lagi malah ingin menunjukkan dukungan kepada institusi POLRI dengan cara menggunakan kaos tersebut,mulia bukan? Kampanye Turn Back Crime sendiri disuarakan oleh Interpol pada sidang tahunan di Lyon, Perancis pada 2014.

Interpol merayakan satu abad hari jadi mereka yang beranggotakan 190 negara. Tujuannya adalah agar masyarakat mau ngasih perhatian terhadap kejahatan di sekitar mereka. Sebuah kejahatan bisa aja jadi akar kejahatan yang lain.

Brand 'Turn Back Crime' sendiri udah diperkenalkan pihak kepolisian sejak November 2015. Kata Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian pada saat itu: "Kami memperkenalkan brand 'Turn Back Crime' pertama-tama untuk menularkan semangat memerangi kejahatan bersama masyarakat. Kedua, supaya masyarakat bisa menilai gimana kinerja reserse." katanya.

Kata Tito lagi, brand tersebut dicetuskan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti yang ikutan juga pas memburu teroris di Sarinah. Kaos dijual dengan harga Rp 150 ribu, sementara polo shirt Rp 200 ribu. Namun Bukan orang Indonesia namanya jika tidak cepat menangkap peluang, brand turn back crime jadi lahan bisnis baru yang menggiurkan.

Saat ini selain kaos, benda lain yang dijual antara lain, jaket, payung, boneka, pin, stiker, mug, dan jam dinding.Kalau semuanya orisinill sih tidak masalah, yang menjadi permasalahan adalah banyaknya produk-produk bajakan yang menggunakan brand Turn Back Crime.


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/emilsiallagan/hati-hati-pakai-kaos-turn-back-crime-bisa-dihukum-3-bulan-penjara_57432b81c5afbd970bb188b7

Thursday, 5 May 2016

Strudel Malang Makanan Khas Malang yang lagi Populer

Strudel Malang Makanan Khas Malang yang lagi Populer
Strudel nama sebuah makanan yang saat ini lagi booming sebagai oleh-oleh khas kota Malang. Strudel adalah kue yang berlapis yang pembuatanya terbuat dari pastry dan di isi buah appel dan manisan.

Strudel pada awalnya kue ini hanya berisi custard susu dan bukan berisi buah-buahan. Strudel adalah Kue hasil buatan di jaman Hasburg Empire (1278 - 1780) di Austria. Awal dari makanan ini diperkirakan ditemukan oleh bangsa Yunani dan Turki yang di kenal sebagai Backlava.

Makanan yang mudah di buat dan berbahan murah, sehingga pada jaman itu semua rakyat dapat menikmatinya. Sejalannya waktu dan penjajahan Empire of Austria pada negara negara di benua eropa,kue ini dipengaruhi oleh negara lain, seperti di Turki, Swiss, Paris, BelAnda dan lainnya. Salah satu contoh dari perkembangan kue ini, bukan hanya apel saja, di Balkan,strudel ini berisi cherry.

Saking populernya, makanan ini menjadi makanan favorit rakyat Austria, Jerman dan negara Eropa lainnya. Di Eropa, Strudel yang terkenal dan favorit adalah yang berisi buah apel. Di Jerman sering disebut dengan apfel strudel.

Di Indonesia Kue Strudel cukup terkenal walau bukan makanan favorit bagi orang Indonesia. Di tahun 2015 Strudel cukup boming di Kota Malang Jawa Timur, bahkan sudah jadi oleh-oleh khas kota Malang dengan nama Strudel Malang.

Strudel Malang di Populerkan oleh pasangan Artis Indonesia yaitu Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar, dari seringnya pasangan artis ini jalan-jalan ke kota wisata Malang, mereka punya ide membuat kue Strudel berisi buah khas kota Malang.

Pasangan artis ini berpikir bahwa mungkin cocok untuk membuat Strudel khas Malang, karena Malang juga terkenal sebagai penghasil apel berkualitas. Strudel yg asli Austria inipun dimodifikasi disesuaikan dengan taste lokal melalui chef profesional.

Mulai dibuka pada 20 Desember 2014 lalu, banyak komentar positif tentang rasa lezat Malang Strudel ini. Banyak pula pesanan dari luar kota, namun mohon maaf Malang Strudel hanya bisa dibeli di kota Malang, agar kue ini juga bisa menjadi Oleh-oleh khas kota Malang yang tidak dijual di kota lainnya.

Apa saja bahan yang diperlukan untuk membuat kue Strudel Malang :

1. Bahan Kulit

150 gram tepung terigu protein tinggi
60 ml air
15 ml olive oil
1/2 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir halus
1 butir telur

2. Bahan Isi

600 gram apel malang, kupas, potong kotak kecil
30 gram kismis
50 gram biskuit putih, haluskan
30 gram gula pasir

3. Bahan Olesan
1 sendok makan margarin, lelehkan
2 sendok teh olive oil

4.Bahan Taburan :

1 sendok makan gula tepung

Cara Membuat  Apple Strudel :

Kulit, campur tepung terigu, air, olive oil, garam, gula pasir, dan telur. Kocok dengan mixer spiral sampai elastis. Bungkus plastik. Simpan dalam kulkas 1 jam.
Isi, campur apel, kismis, biskuit, gula pasir, dan kayumanis bubuk. Aduk rata.
Giling adonan kulit sampai dengan ukuran 40×40 cm. Oleskan olive oil. Tuang isi di satu sisi kulitnya. Gulung.
Letakkan dalam loyang yang dioles margarin. Oleskan olive oil. Oven dengan api bawah suhu 180 derajat celcius 35 menit sampai matang.
Sajikan apple strudel setelah ditabur gula tepung.

Bagi pecinta kuliner silahkan mencoba rasa strudel Malang ini

Saturday, 30 April 2016

Buruh Dilarang Unjuk Rasa di Bundaran HI

Buruh Dilarang Unjuk Rasa di Bundaran HI
Pada hari buruh tahun ini, Para buruh dilarang berunjuk rasa di sekitaran Bundaran HI saat memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada, Minggu (1/5/2016).

Larangan tersebut mengacu pada imbauan yang dikeluarkan Polda Metro Jaya pada Jumat kemarin.

Sebelumnya, Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Nandang Jumantara mengatakan, buruh hanya diperkenankan berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Bundaran Patung Arjuna Wijaya, dan di depan Gedung Parlemen.

"Berdasarkan peraturan gubernur, untuk unjuk rasa hanya ditentukan 100 meter setelah pagar batas Istana, di Gedung DPR dan di dekat patung kuda. Itu sementara ini di dalam peraturan gubernur (yang) diperbolehkan," kata Nandang di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/4/2016).

Nandang mengatakan, kepolisian telah melakukan antisipasi jika nantinya ada aksi jalan kaki menuju Istana Negara, yang tentunya melewati Bundaran HI.

Peringatan May Day jatuh bersamaan dengan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day yang rutin dilaksanakan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin setiap Minggu dari pukul 06.00-11.00.

"Tentu ada cara-cara. Kami tutup dan akan dikawal. Kalau ke Gedung DPR langsung unjuk rasa di sana, parkir sudah kita sediakan, termasuk yang ke depan Istana Negara," ujar dia.

Diperkirakan jumlah massa buruh saat memperingati aksi May Day berjumlah 50.600 orang.

Selain dari Jakarta, massa buruh juga berasal dari sejumlah wilayah, seperti Bogor, Bandung, Tangerang, Cirebon, Bekasi, Cilegon, Depok, Subang, Purwakarta dan Karawang.

Puncak peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno pada Minggu pukul 13.00 WIB.

Friday, 29 April 2016

Makanan Khas Jawa Timur Pecel atau Nasi Pecel

Makanan Khas Jawa Timur Pecel atau Nasi Pecel
Bagi orang Indonesia khususnya Jawa pasti tau Pecel(diremukan), pecel adalah makanan yang menggunakan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan aneka jenis sayuran. Asal kata dan daerah pecel belum diketahui secara pasti dari daerah mana, tetapi dalam bahasa Jawa, pecel dapat diartikan berbagai arti seperti diremukan, tumbuk atau dihancurkan dengan cara ditumbuk.

Bagi orang Jawa Timur Pecel diperkirakan berasal dari Madiun, Jawa Timur, karena bumbu sambal kacang yang digunakan dalam campuran pecel mirip dengan yang digunakan sebagai bumbu sate Ponorogo. Makanan ini juga mirip dengan gado-gado yang dibedakan dengan campuran bahan dan  bumbunya.

Dari manapun asalnya pecel punya ciri khas daerah masing-masing, seperti pecel Blitar tekstur bumbu kacang pecel Blitar lebih halus, sedikit lebih berminyak, dan bercita rasa manis dan gurih. sebagai penyedap, pecel blitar menggunakan daun jeruk dan buah asem. Terkadang pecel di Blitar juga dicampur dengan serundeng atau pun rawon.

Berbeda dengan ciri khas pecel Madiun, Kediri, Malang, dan daerah lain yang ada di Jawa Timur. Tapi yang cukup terkenal dengan pecelnya adalah Madiun, yang konon asal muasal pecel Jawa Timur dari sana.

Bahan khas pecel dan isinya:


isi pecel
- Tauge
- Bayam / kangkung
- Kacang panjang
- Kemangi

Bahan bumbu

- kacang tanah (digoreng)
- bawang putih (digoreng utuh)
- kencur
- cabai rawit merah (sesuai selera) direbus
- lembar daun jeruk purut
- gula merah
- garam
- asam jawa
- air matang

dan jangan lupa peyeknya.

Thursday, 28 April 2016

Polda Jatim Mengamankan empat PSK di Bawah Umur di Wisma Tretes

Polda Jatim Mengamankan empat PSK di Bawah Umur di Wisma Tretes 
Polda Jatim berhasil membongkar praktik prostitusi di kawasan Wisata Tretes, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.  Petugas menangkap dua orang mucikari dan mengamankan empat gadis belia dari sembilan orang yang dijadikan sebagai PSK di sebuah wisma Tretes.

Kombes Pol Prabowo Agro Yuwono, Kabid Humas Polda Jatim  mengatakan, penangkapan terhadap mucikari yang membuka praktik prostitusi di kawasan Wisata Tretes, Kabupaten Pasuruan ini dilakukan oleh petugas Unit Asusila Subdit Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda Jatim, Selasa sore 26 April kemarin sore.

“Awal terbongkarnya kasus perdagangan wanita bawah umur ini berawal dari informasi masyarakat dengan adanya laporan adanya  PSK yang masih di bawah umur  dan beraktivitas di salah satu wisma di kawasan Wisata Tretes, Pasuruan Jawa Timur, “ ungkap Kombes Prabowo Agro Yuwono.

Anggota Unit Renata Polda Jatim, langsung melakukan penangkapan terhadap FD mucikari yang sekaligus kasir di Wisma Artomoro  Art, Tretes,  Pasuruan. Selain itu petugas turut menangkap DH yang di duga sebagai pemilik wisma.

Jajaran anggota Ditreskrimum Polda Jatim, masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Saat ini masih memeriksa empat orang gadis belia yang masih berusia 16-17 tahun, yang dipekerjakan di wisma milik tersangka.

Tuesday, 26 April 2016

Asal usul Indonesia dan Sejarah Nusantara

Asal usul Indonesia dan Sejarah Nusantara
Nusantara atau Republik Indonesia (RI), negara yang berada di wilayah Asia Tenggara dan diantara dua benua yaitu Benusa Asia dan Australia. Indonesia juga negara yang dilewati garis khatulistiwa, dan berada diantara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Indonesia negara dengan kepulauan terbanyak di dunia, dengan terdiri dari 13.466 pulau dan kekayaan alam yang melimpah.

Sejarah awal Indonesia berdasarkan peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Nusantara telah mulai berpenghuni antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.

Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi.

Sebagai Negara atau Pulau yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, Indonesia telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Tiongkok selama beberapa abad.Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatera, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara.

Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Tiongkok Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan.

Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Presiden Jokowi Memerintahkan Menko Polhukam Mencari Kuburan Massal Korban Tragedi 65

Presiden Jokowi Memerintahkan Menko Polhukam Mencari Kuburan Massal Korban Tragedi 65
Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan mencari kebenaran perihal kuburan massal korban tragedi 65. Presiden ingin mengetahui kepastian ada tidaknya ratusan ribu orang yang merenggang nyawa pada tragedi tersebut. Pemerintah tak pernah menemukan adanya kuburan massal orang-orang yang dicap simpatisan dan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menko Polhukam, mengatakan, "Presiden tadi memberitahu bahwa memang disuruh cari saja kalau ada kuburan massalnya itu. Jadi selama ini berpuluh-puluh tahun kita selalu dicekoki bahwa sekian ratus ribu yang mati. Padahal sampai hari ini belum pernah kita menemukan satu kuburan massal,".

Bahkan Menko Polhukam, menantang LSM maupun pengamat yang mengklaim mengetahui adanya kuburan massal, untuk memberitahu kepada pemerintah. Luhut berjanji akan langsung mendatangi lokasi kuburan massal yang dimaksud.

Sebenarnya kuburan massal korban tragedi 65 bukan hanya isapan jempol saja. Beberapa bukti sejarah mengarah adanya pemakaman massal simpatisan PKI yang dibunuh setelah tragedi G30S. Tapi kepastian total dari jumlah korban 65, masih simpang siur tidak ada kepastian jumlah korban tragedi 65.

Berbagai versi tentang jumlah korban tragedi 65, saling berbeda jauh.

Beberapa fakta kuburan massal yang pernah tergali.

Kuburan massal di Semarang

Setahun sebelum ditemukannya kuburan massal di Jembrana, Bali, heboh penemuan kuburan simpatisan PKI juga terjadi di Kampung Plumbon, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tepatnya November 2014. Salah satu korban peristiwa tragedi 65 di Kota Semarang yang sampai saat ini masih berada di kuburan massal diduga Soesetyo, bupati Kendal yang menjabat pada masa itu.

Fakta itu diungkapkan oleh pegiat budaya dan penyair yang berasal dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kelana Siwi. Fakta tersebut diperolehanya saat beberapa waktu lalu dirinya bertemu dengan salah seorang saksi mata kejadian pembantaian masal tragedi 65' di Kota Semarang, Mukrom (74), warga Desa Pidodo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Mukrom merupakan salah satu korban Peristiwa Tragedi 65 yang ditawan di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang dulunya adalah Ketua Commitee Resort Partai Komunis Indonesia (PKI) Desa Pidodo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.

Berdasarkan keterangan Mukrom ini, identitas korban lainnya selain Soesatyo yang baru diketahui adalah Mutiah (warga Patebon guru TK Melati Kendal, anggota Gerwani), Sakroni (ketua Commitee Subseksi PKI Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal). Ada pula nama Darsono (warga Margorejo Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, dulunya merupakan anggota Pemuda Rakyat), dan Dulkamid (warga Kelurahan Pidodo Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, dulu merupakan Ketua Commitee Subseksi PKI Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal).

Jumlah korban, menurut Mukrom ada 21 orang. Keterangan jumlah ini berbeda dengan versi warga Wonosari yang menyebut ada 24 orang, versi warga lainnya ada yang menyebut ada 12 orang.

"Korban dibawa ke Wonosari sore hari dengan truk. Hanya menurut warga Wonosari kedatangan korban ke Wonosari ini adalah pada saat malam hari. Jadi sebelum sampai di Wonosari sempat dibawa ke mana belum diketahui," ujarnya.

Perkumpulan Masyarakat Semarang untuk Hak Asasi Manusia (PMS-HAM) telah melaporkan temuan situs kuburan massal korban Tragedi 1965/1966 ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Beberapa waktu lalu kami berkirim surat ke Komnas HAM untuk berkonsultasi apakah terhadap jenazah-jenazah yang menurut warga berjumlah 24 korban dalam dua lubang makam dapat dikuburkan kembali secara layak," ujar konvokator PMS-HAM, Yunantyo Adi kepada merdeka.com, Senin (17/11/2014).

Yunantyo bersama dua mahasiswa S2 Program Magister Ilmu Hukum Undip, Rian Adhivira dan Unu P Herlambang mengaku telah ke lokasi situs kuburan massal tersebut beberapa kali dan melakukan wawancara dengan warga. Termasuk sejumlah warga yang dulu menguruk dua lubang waktu selepas eksekusi pada tahun 1966.

"Penguburan secara layak itu ya didoakan dan disalati oleh pemuka-pemuka agama, ya Islam, Kristen, dan lainnya. Mereka dulu kan juga ada yang Islam, dan mungkin beragama lain, saat dieksekusi barangkali belum disalati," jelasnya.

Penguburan kembali itu, lanjut Iyas, selain dalam rangka kemanusiaan, merupakan simbol memaafkan saling luka-luka bangsa.

"Apa yang dipelopori Gus Dur, kemudian rekonsiliasi antara putra-putri Pak Harto, Jenderal A Yani, Jenderal Nasution, dan DN Aidit, terkait Tragedi 1965-1966 itu patut apresiasi dan dilanjutkan," ungkapnya.

Koordinator Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang Rukardi Achmadi mengatakan, mereka yang dikuburkan di sana merupakan korban politik negeri di era peralihan kekuasaan. "Hanya karena euforia politik, dan Partai Komunis Indonesia menjadi tertuduhnya, mereka yang dituduh PKI tersebut dibunuh, dihilangkan, ditawan, diperkosa, diperbudak, dan sebagainya," tuturnya.

Kuburan massal di Jembrana, Bali

Pada Oktober 2015 dilakukan pembongkaran kuburan massal diduga eks anggota PKI di Jalan Banjar Masean, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali. Pembongkaran dimulai sejak pagi sekira pukul 09.00 WIB, dengan pengawalan anggota Polres Jembrana dan aparat TNI serta Pecalang setempat.

Pembongkaran diawali dengan prosesi upacara khusus secara Hindu. Prosesi tersebut diikuti oleh ratusan krama (warga) adat setempat serta beberapa keluarga jenazah dan disaksikan Ketua DPRD Jembrana, I Ketut Sugiasa serta sejumlah saksi.

Hasilnya ada sembilan kuburan yang diduga eks anggota PKI yang bakal dibongkar dan telah diberi tanda oleh panitia. Dari sembilan kuburan yang akan dibongkar, tujuh orang merupakan warga lokal, satu orang warga asal Pandak, Tabanan dan satu orang lagi asal Kelurahan Lelateng, Kecanatan Negara, Jembrana. Kuburan tersebut terletak di pinggir Jalan Mesean dekat SDN 3 Batuagung.

Dari sembilan kuburan yang akan dibongkar, ada tiga kuburan yang berhasil ditemukan dan hanya tinggal tulang belulang, yaitu tulang lengan dan pecahan tulang tengkorak. Tulang belulang yang ditemukan di kedalaman 1,5 meter dari permukaan tanah tersebut diambil pihak keluarga masing-masing untuk dikumpulkan di dalam dulang, beralaskan kain putih.

Ditemukannya lokasi kuburan yang diduga eks anggota PKI ini tidak lepas dari penuturan Kakiang (Kakek) Kerende (96), salah seorang warga Mesean yang merupakan saksi peristwa.

"Mereka itu dikubur di bulan awal-awal tahun 1966. Setelah kejadian G30S PKI di Jawa," terangnya dalam bahasa Bali.

Menurutnya, setelah kasus G30S PKI di Jawa pecah dan para anggota PKI berhasil ditumpas, para anggota PKI di Jembrana semuanya menyerah.

"Termasuk yang di Mesean ini. Para anggota PKI yang memang warga sini tidak ada yang berani melawan. Semuanya menyerah," tuturnya.

Setelah itu di Banjar Mesean menurut Kakiang Kerende, para anggota PKI semuanya ditangkap dan dikumpulkan. Tidak ada perlawanan, mereka hanya pasrah.

"Mereka lantas digiring ke tempat ini (tempat kuburan massal). Kemudian mereka dibariskan dan dibunuh secara bersamaan. Saya sendiri melihatnya sambil mengintip di balik semak-semak bersama beberapa pemuda kala itu," ujarnya.

Yang dari Tabanan itu memang tinggal di sini beberapa hari sebelum dibantai. Dia kabur dari Tabanan ke sini karena takut ditangkap. Begitu pula yang dari Leteng," imbuhnya, seraya meyakinkan hanya jumlah tersebut yang dilihatnya. Untuk korban yang lainnya, dirinya tidak tahu. Lebih lanjut Kerende mengatakan korban eks PKI dieksekusi warga dengan menggunakan pedang. Tidak satu pun ada yang menggunakan senapan atau bedil.

"Mereka memang anggota PKI, tapi setahu saya mereka tidak melakukan pemberontakan. Saat itu memang ada perintah untuk menangkap dan menumpas anggota PKI, seperti daerah-daerah lainnya," kata kakek berjenggot putih ini.

Setelah ditelusuri, ternyata penggalian kuburan eks korban PKI di wilayah Batu Agung, Jembrana di Bali pernah dilakukan. Pada tahun 1984 saat dilakukan penyisiran, di tempat ini terdapat 11 jasad yang berhasil diangkat dan dipindahkan ke kuburan oleh pihak keluarga.

Sayangnya saat itu tidak dilanjutkan penggalian atau pencarian. Hingga berjalan puluhan tahun, pihak tokoh masyarakat mendatangi orang pintar terkait seringnya ada kejdian aneh di desanya. Dari hasil datang ke orang pintar, terlihat masih ada banyak lagi korban eks PKI yang dikubur secara massal di jalan.

Sunday, 24 April 2016

Rawon atau Nasi Rawon

Rawon atau Nasi Rawon
Ngomongin Rawon pasti banyak ragam dan asalnya, soalnya makanan yang namanya rawon bukan hanya ada di jawa Timur saja, di Jawa Tengah Rawon atau nasi rawon juga ada dan cukup terkenal. Tapi jangan dikira sama nama boleh sama tapi beda isinya, antara rawon Jawa Timur dan Rawon Jawa Tengah.

Di Jawa Timur sendiri Rawon macam-macam jenisnya, ada rawon nguling Pasuruan, Rawon Surabaya, Rawon Malang, Rawon Mojokerto.

Biarpun rawon macamnya banyak di Tawa Timur, tapi bumbu dasar dan isinya tetep sama Kluwek dan daging sapi.

Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup.

Citarasa rawon yang manis gurih dengan warna kuah hitam dan aromanya yang khas, karena efek dari kluwek bumbu utama rawon. Untuk mendapat citarasa yang kuat harus bisa memilih kluwek yang tepat.

Kluwek merupakan sejenis tanaman yang bijinya berbentuk bulat/ovale /agak pipih dan kulitnya keras seperti batu. Untuk memanfaatkan Kluwek, kita harus memecahkan kulitnya dan mengambil isinya yang lunak berwarna cokelat kehitaman.

Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal) dan sambal.

Saturday, 23 April 2016

Asal usul dan Sejarah Kota Semarang Ibu Kota Jawa Tengah

Kota Semarang Ibu Kotanya Jawa Tengah, dengan Luas Kota 373.67 km2, berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.

Kota Semarang dengan Daerah dataran rendah yang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob).

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil.

Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1435 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.